Berita Sehat Plus

Sehat Plus

Sehat Plus

TOKSIN (RACUN)

Tubuh kita bisa dianalogikan dengan RUMAH, tubuh yang sehat adalah seperti rumah yang bersih dan sehat, kebersihan selalu dijaga, kotoran selalu dibuang dan dibersihkan, dan tubuh yang tidak sehat adalah seperti rumah yang kotor dan tidak terawat, tidak pernah dibersihkan tetapi selalu ditumpuk dengan kotoran setiap saat sehingga rumah tersebut penuh dengan kotoran.

Pada jaman sekarang ini makanan kita sudah sangat mengandung pencemaran yang mengakibatkan toksin (radikal bebas) banyak terdapat pada tubuh kita, sehingga kalau diibaratkan rumah, maka tubuh kita sekarang ini ibarat rumah yang kotor, sehingga kondisi kesehatan manusia pada masa kini banyak mengalami penyakit dan berumur tidak panjang. Berbeda dengan manusia pada masa dahulu, relatif pencemaran belum banyak bahkan tidak ada pencemaran sehingga manusia dahulu lebih sehat dan panjang umur.

YANG MENYEBABKAN TUBUH KITA KOTOR ADALAH : TOKSIN (RACUN)
Ada dua jenis Toksin yaitu:

EXOTOXIN (RACUN DARI LUAR TUBUH)
Yang termasuk Exotoxin adalah :
  1. Makanan yang dimasak dengan suhu tinggi baik digoreng atau dipanggang akan menghasilkan zat CARSINOGEN yang berbahaya bagi tubuh dan dapat menyebabkan kanker.
  2. Sisa racun kimia dan serangga yang tertinggal pada sayuran dan buah-buahan, seperti pestisida (DDT), herbisida dll. Dan sekarang sebagian besar pertanian kita menggunakannya. DDT tidak bisa hilang dengan cara dicuci dengan air. Sangat berbahaya dan dapat menimbulkan tumbuhnya sel kanker.
  3. Kandungan Hormon, Beta agonist dan Antibiotik dalam daging. Seperti diketahui hampir semua peternakan ayam dan sapi menggunakan suntikan hormon. Sehingga ayam negeri bisa dipotong dalam umur 28 hari padahal dulu 3-4 bulan. Beta agonist biasa dipakai untuk membuat daging sapi mempunyai lemak yang tipis dan daging yang tebal dan bobot daging yang berat. Susu sapi juga sdh mengandung banak bormon, karena untuk mendapatkan susu yang banayak sapi harus disuntik hormon .Dengan memakan daging yang mengandung hormon maka seorang anak akan kelebihan hormon estrogen, sehingga sebelum berumur 12 tahun sudah haid, sebelum 55 tahun sudah menopost, dan sangat rawan terkena kanker payudara.
  4. Makanan yang terproses dan mengandung pewarna, pewangi, pengawet, mengandung gula tinggi, lemak tinggi dan mengandung bahan tambahan lainnya.
  5. Toksin dalam air minum, terutama di daerah padat penduduk dan industri: (Bahan buangan kimia, Logam berat, Mikro organisme)
  6. Toksin dari udara (Dioxin=dari pembakaran minyak, radio aktif, sinar ultra ungu,dan radikal bebas.
  7. Toksin dalam kehidupan harian. ( Asbes, bahan pewarna berbahaya, kosmetika, pemutih, petrol, rokok dll)

ENDOTOXIN (RACUN DARI DALAM TUBUH SENDIRI)
Yang termasuk Endotoxin adalah :
  1. Dari gangguan Emosi, Stress. Menyebabkan sel tubuh menciut, migrain, gas lambung naik yang menyebabkan sakit maag.
  2. Bahan buangan Metabolisme.
  3. Kotoran yang tersumbat dalam USUS, panjang sistem pencernaan manusia 6 kali tinggi badannya atau 10 meter, sangat panjang dan berliku-liku penempatannya, sehingga tidak mudah merawatnya. Umumnya kita makan 3x sehari, terkadang masih ditambah makan makanan ringan/snacks. Buang air besar (BAB) 1 x sehari, bahkan banyak orang BAB 2 hari atau 3 hari sekali, sehingga banyak sisa makanan yang tersisa dalam usus, menumpuk hari ke hari, Sisa makanan tersebut mengeras dan menempel pada dinding lipatan usus yang telah berubah menjadi toksin/racun. Keadaan ini akan menjadikan tubuh di kotori toksin dan menjadi pemicu berbagai penyakit. Suatu penyelidikan oleh sekelompok pakar Jepang menyimpulkan bahwa jumlah kotoran tertahan yang berada di dalam tubuh seseorang yang sehat rata-rata seberat 3 sampai 5 kg.

Kotoran yang tertahan yang melekat pada dinding usus dapat diserap oleh lapisan mukosa dan akhirnya akan mengalir ke hati, dan selanjutnya dapat mengakibatkan:
- Menghambat proses detoksifikasi
- Memperlambat proses metabolisme
- Keracunan dalam tubuh

Survei menunjukkan, 90% penyakit yang diderita manusia saat ini bermula dari usus besar (kolon), karena efek timbunan racun (toksin). Ditambah dengan pola makanan jaman sekarang yang sudah tercemar dengan berbagai zat-zat yang membahayakan tubuh manusia.

@@@Kita tidak bisa terhindar dari Toksin tersebut, kita hanya bisa melakukan DETOKSIFIKASI.
Di dalam tubuh kita sudah disediakan oleh Tuhan alat pembuangan toksin, yaitu;
  1. HATI (LIVER), Bertugas menyaring toksin, menyaring lemak dan mengontrol kolesterol. Tetapi liver tidak akan dapat bekerja dengan baik apabila kotoran terus menerus datang dan terlalu banyak. Liver akan capai apabila kita makan makanan mengandung lemak tinggi, alkohol, zat pengawet dan toksin lainnya. Cara untuk detoksifikasi adalah melakukan program PUASA/FASTING. Sehingga Liver hanya mengerjakan detoksifikasi dari sisa makanan yang mengandung toksin.
  2. USUS BESAR, Berfungsi membuang kotoran sisa makanan. Dalam waktu 24-28 jam kotoran harus dikeluarkan dari usus besar. Apabila dalam waktu 72 jam tidak dibuang akan terjadi pembentukan kotoran tersumbat, yang akan membusuk dan terfermentasi dan tumbuh bakteri jahat dan membentuk toksin (Autotoksifikasi).

Pada Dasarnya 90% Penyakit Yang Kita derita berawal dari USUS. Penegasan ini di kemukakan oleh seorang Dokter Pengobatan yang sangat Terkenal DR.HARVEY W. KELLOGS ....”beliau tidak menemukan usus yang Normal dari 22.000 Pasien yang di diagnosa langsung oleh dirinya sendiri. Dan beliau berkesimpulan bahwa dari 100.000 Usus Besar Hanya 6% yang benar-benar Normal (Itupun kebanyakan dari usus Anak-anak)

“...Nabi Muhammad SAW bersabda "Sumber dari segala penyakit adalah perut, perut adalah gudang penyakit dan berpuasa itu obat" ( H.R. Muslim)..”

Pola Makan dan Gaya Hidup Yang tidak disiplin penyebab utama timbulnya penyakit.
Makanan yang dimakan tiap hari akan meninggalkan sisa pada permukaan dinding usus. Tumpukan sisa makanan mengendap dari waktu ke waktu yang akan menyebabkan toxid (bahan beracun). Selanjutnya toxid (bacteri, fungi, dan parasit) akan lepas ke dalam sistem peredaran darah sehingga menghasilkan toxin (racun) dalam darah.

Para Ahli Menyatakan, sbb ;
Henry B Beyler seorang Doktor di USA telah membuat 4 (empat) kesimpulan dari pengalaman beliau dibidang kesehatan selama 55 (lima puluh lima) tahun :
• Penyebab segala penyakit bukan dari bakteri, melainkan racun/toksin yang berawal dari keracunan makanan. Toksin/racun ini menyebabkan rusaknya sel tissu sehingga terjangkit bakteri.
• Dalam banyak kasus penggunaan obat untuk penyembuhan penyakit berbahaya, efek samping dari obat tersebut dapat membawa kematian.
• Makanan organik adalah pilihan terbaik untuk mengusir penyakit dan menguatkan tubuh.
• Naturopati memadukan teori dan praktikal pemahaman pengobatan alami, manusia mengalami sakit karena toksin yang terkumpul secara terus menerus didalam tubuh.

Cara agar pembuangan lancar adalah makan makanan yang mengandung serat yang larut dan yang tidak larut dalam air juga minum minimal 3 liter/hari. Obat pencahar berfungsi menghancurkan kotoran dan mendorong otot usus, sehingga pemakaian obat pencahar hanya akan membuat otot usus malas, dan tidak berfungsi.

3. GINJAL, berfungsi melakukan metabolisme cairan, pembuangan urea, penyeimbang PH.
cara membantu kerja ginjal detoks adalah minum air putih minimum 3 ltr/hari.

4. KULIT, berfungsi mengeluarkan toksin melalui keringat. Kulit yang kusam merupakan salah satu pertanda ginjal dan hati tidak berfungsi dengan baik. Kulit muka juga sebaiknya jangan pakai bedak untuk memudahkan pengeluaran toksin

Organ detoksifikasi tersebut di atas bertugas sangat berat, karena hampir semua makanan saat ini mengandung pencemaran toksin seperti dijelaskan tersebut diatas. Salah satu cara yang dipakai untuk detoksifikasi adalah dengan berpuasa (fasting) agar organ detoksifikasi membersihkan sisa-sisa toksin di dalam tubuh. Tetapi kalau puasa hanya siang hari tidak akan maksimal, karena pada saat makan malam dan makan sahur akan memakan makanan yang sudah tercemar toksin, sehingga organ detoksifikasi seperti kita pada waktu diberi pekerjaan yang menumpuk oleh bos kita, pekerjaan belum selesai, tetapi diberi pekerjaan yang banyak lagi. Sehingga pekerjaan detoksifikasi tidak akan selesai .